Category Archives: kliping

Dampak Negatif Penggunaan Pupuk Kimia Pabrik yang Tidak Terkendali

kebun sayur roemah organik
kebun sayur roemah organik

Penggunaan pupuk kimia an-organik yang tidak terkendali menjadi salah satu penyebab penurunan kualitas kesuburan fisik dan kimia tanah. Keadaan ini semakin diperparah oleh kegiatan pertanian secara terus-menerus (intensif), sedang pengembalian ke tanah pertanian hanya berupa pupuk kimia Urea, TSP, dan KCl (unsur N, P, K saja), bahkan pada keadaan ekstrim hanya unsur N lewat pemberian pupuk Urea saja dan hanya sangat sedikit unsur-unsur organik yang dikembalikan ke dalam tanah. Hal ini mengakibatkan terdegradasinya daya dukung dan kualitas tanah pertanian di Indonesia, sehingga produktivitas lahan semakin turun. Continue reading

Unsur hara mikro seng (Zn) untuk tanaman-lanjutan

Bag 6

Zn diserap oleh tanaman dalam bentuk ion Zn++ dan dalam tanah alkalis mungkin diserap dalam bentuk monovalen Zn(OH)+. Di samping itu, Zn diserap dalm bentuk kompleks khelat, misalnya Zn-EDTA. Seperti unsure mikro lain, Zn dapat diserap lewat daun. Kadr Zn dalam tanah berkisar antara 16-300 ppm, sedangkan kadar Zn dalam tanaman berkisar antara 20-70 ppm. Mineral Zn yang ada dalam tanah antara lain sulfida (ZnS), spalerit [(ZnFe)S], smithzonte (ZnCO3), zinkit (ZnO), wellemit (ZnSiO3 dan ZnSiO4). Fungsi Zn antara lain : pengaktif enim anolase, aldolase, asam oksalat dekarboksilase, lesitimase,sistein desulfihidrase, histidin deaminase, super okside demutase (SOD), dehidrogenase, karbon anhidrase, proteinase dan peptidase. Juga berperan dalam biosintesis auxin, pemanjangan sel dan ruas batang.
Ketersediaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang berlebihan sering menyebabkan ketersediaaan Zn menurun. Tanah yang mempunyai pH tinggi sering menunjukkan adanya gejala defisiensi Zn, terytama pada tanah berkapur.
Adapun gejala defisiensi Zn antara lain : tanaman kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil dan mengumpul (resetting) dan klorosis pada daun-daun muda dan intermedier serta adanya nekrosis.

Fungsi Mangaan (Mn) bagi tanaman

Lanjutan 4

Mangaan diserap dalam bentuk ion Mn++. Seperti hara mikro lainnya, Mn dianggap dapat diserap dalam bentuk kompleks khelat dan pemupukan Mn sering disemprotkan lewat daun. Mn dalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari logam yang satu ke organ lain yang membutuhkan. Mangaan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat dengan nama pyrolusit (MnO2), manganit (MnO(OH)), rhodochrosit (MnCO3) dan rhodoinit (MnSiO3). Mn umumnya terdapat dalam batuan primer, terutama dalam bahan ferro magnesium. Mn dilepaskan dari batuan karena proses pelapukan batuan. Hasil pelapukan batuan adalah mineral sekunder terutama pyrolusit (MnO2) dan manganit (MnO(OH)). Kadar Mn dalam tanah berkisar antara 300 smpai 2000 ppm. Bentuk Mn dapat berupa kation Mn++ atau mangan oksida, baik bervalensi dua maupun valensi empat. Penggenangan dan pengeringan yang berarti reduksi dan oksidasi pada tanah berpengaruh terhadap valensi Mn. Mn merupakan penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sintesis protein, karbohidrat. Berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik yang normal dalam kloroplas,ada indikasi  dibutuhkan dalam sintesis klorofil. Defisiensi unsure Mn antara lain : pada tanaman
berdaun lebar, interveinal chlorosis pada daun muda mirip kekahatan Fe tapi lebih banyak menyebar sampai ke daun yang lebih tua, pada serealia bercak-bercak warna keabu-abuan sampai kecoklatan dan garis-garis pada bagian tengah dan pangkal daun muda, split seed pada tanaman lupin.

Unsur hara Mikro zat besi untuk tanaman

lanjutan 3

selain unsur hara makro

Unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil antara lain Besi(Fe), Mangaan(Mn), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Molibden (Mo), Boron (B), Klor(Cl). Berikut tuilsan dari Setio Budi Wiharto (09417/PN) dari UGM Jogjakarta.

A. Besi (Fe)

Besi (Fe) merupakan unsure mikro yang diserap dalam bentuk ion feri (Fe3+) ataupun fero (Fe2+). Fe dapat diserap dalam bentuk khelat (ikatan logam dengan bahan organik). Mineral Fe antara lain olivin (Mg, Fe)2SiO, pirit, siderit (FeCO3), gutit (FeOOH), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3) dan ilmenit (FeTiO3) Besi dapat juga diserap dalam bentuk khelat, sehingga pupuk Fe dibuat dalam bentuk khelat. Khelat Fe yang biasa digunakan adalah Fe-EDTA, Fe-DTPA dan khelat yang lain. Fe dalam tanaman sekitar 80% yang terdapat dalam kloroplas atau sitoplasma. Penyerapan Fe lewat daundianggap lebih cepat dibandingkan dengan penyerapan lewat akar, terutama pada tanaman yang mengalami defisiensi Fe. Dengan demikian pemupukan lewat daun sering diduga lebih ekonomis dan efisien. Fungsi Fe antara lain sebagai penyusun klorofil, protein, enzim, dan berperanan dalam perkembangan kloroplas. Sitokrom merupakan enzim yang mengandung Fe porfirin. Kerja katalase dan peroksidase digambarkan secara ringkas sebagai berikut:
a. Catalase : H2O + H2O  O2 + 2H2O
b. Peroksidase : AH2 + H2O  A + H2O
Fungsi lain Fe ialah sebagai pelaksana pemindahan electron dalam proses metabolisme. Proses tersebut misalnya reduksi N2, reduktase solfat, reduktase nitrat. Kekurangan Fe  menyebabakan terhambatnya pembentukan klorofil dan akhirnya juga penyusunan protein menjadi tidak sempurna Defisiensi Fe menyebabkan kenaikan kaadar asam amino pada daun dan penurunan jumlah ribosom secara drastic. Penurunan kadar pigmen dan protein dapat disebabkan oleh kekurangan Fe. Juga akan mengakibatkan pengurangan aktivitas semua enzim.

 

Menggunakan jamur Gliocladium sp. dan Tricoderma untuk pengendalian hayati parasit tanaman

Penggunaan pestisida yang tidak bijaksana banyak menimbulkan dampak negatif, antara lain terhadap kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan hidup. Dalam budidaya secara organik pengendalian OPT dilaksanakan dengan mempertahankan kelestarian lingkungan, aman bagi produsen dan konsumen serta menguntungkan bagi petani. Salah satu alternatif pengendalian adalah pemanfaatan jamur antagonis patogen tumbuhan, yaitu jamur Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum.

Untuk membatu petani, MOSA turut mengembangka antagonis patogen tumbuhan Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum sebagai fungisida alami. Jamur antagonis Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Efektif dalam mengendalikan penyakit layu tanaman yang disebabkan oleh Fusarium sp. dan pathogen tular tanah lainnya.

Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Merupakan agens antagonis tumbuhan yang dapat berperan menekan populasi atau aktivitas patogen tumbuhan.

Agens antagonis patogen tumbuhan adalah patogen yang dapat menimbulkan penyakit. Agens tersebut tidak dapat mengejar inang yang telah masuk ke dalam tanaman. Efektivitasnya dapat dilihat dengan tidak berkembangnya penyakit tersebut.

Peran antagonis Gliocladium sp. terhadap patogen tular tanah adalah dengan cara kerja berupa parasitisme, kompetisi, dan antibiosis. Dilaporkan Gliocladium sp. dapat memproduksi gliovirin dan viridian yang merupakan antibiotik yang bersifat fungisistik. Gliovirin merupakan senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan beberapa jamur patogen dan bakteri. Sedangkan Trichoderma harsianum. Dapat menghasilkan enzim kitinase dan B-1.3-glukanase, dengan proses antagonis parasitisme.

PENYAKIT SASARAN

Jamur antagonis Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Efektif mengendalikan penyakit layu pada tanaman yang disebabkan oleh jamur Fusarium sp. dan patogen tanah lainnya.

KEUNGGULAN

Beberapa keunggulan jamur patogen antagonis Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Sebagai fungisida alami, yaitu:

  1. Tidak meninggalkan residu beracun pada hasil pertanian, dalam tanah maupun pada aliran air.
  2. Aman bagi manusia dan hewan piaraan.
  3. Tidak menyebabkan fitotoksin (keracunan) pada tanaman.
  4. Sangat sesuai digunakan sebagai komponen pertanian organik sebagai pestisida yang dicampur dengan pupuk.
  5. Mudah diproduksi dengan teknik sederhana.

CARA PENGGUNAAN

Tanaman

Penyakit

Cara dan Waktu Penggunaan

Sayuran

  1. Cabe
  2. Tomat
  3. Bawang merah
  4. Kentang

 

Buah-Buahan

  1. Pisang
  2. Semangka
  3. Melon

 

Obat

  1. Jahe
  2. Temulawak

 

Perkebunan

  1. Tembakau

Penyakit layu Fusarium sp.

100 gr formulasi Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum dicampur rata dengan 20 kg pupuk kandang/kompos matang, didiamkan selama 1 minggu atau lebih di tempat teduh.

 

Penggunaan:

  1. Sebagai campuran media persemaian.
  2. Sebagai pupuk dasar

 

Penggunaan Gliocladium sp. dan atau Trichoderma harsianum. Akan lebih efektif mengendalikan patogen tanaman jika diberikan pada awal tanam.

Hasil uji kandungan beras organik MOSA

Puji syukur kehadirat tuhan YME, MOSA kali ini telah mengantongi sertifikat uji kandungan beras organik dari LPPT UGM. Sedangkan untuk uji residu pestisidanya sedang dalam proses, walaupun 1 tahapan uji yakni untuk uji residu pestisida organiclorine sudah selesai.

Selain proses panjang dan mengeluarkan biaya yang tak sedikit, kami lakukan demi menjamin konsumen produk organik dari MOSA – Mitra Organik Indoensia.

pentingnya melihat kandungan beras organik ini agar konsumen bisa mengkonsumsi secara tepat, karena beras organik tak saat ini marak sebagai terapi diet. Continue reading

Manfaat buah bit untuk kesehatan

Buah bit mengandung banyak manfaat dari sisi kesehatan. Salah satu konsumen sayuran organik kami berlangganan buah bit untuk terapi kesehatan. Konsumen kami tinggal di Jakarta, sedangkan ibunya yang sedang dirawat di rumah sakit harus menjalani diet ketat untuk kesembuhannya. Konsumen kami ini yang sadar bahwa sayuran organik bisa menjadi makanan/obat herbal memesan langsung ke kami untuk berlangganan sayur organik.

Minimal seminggu sekali memesan tak kurang 10kg sayuran; wortel, bit dan brokoli. Untuk berasnya atas rekomendasi dari kami, konsumen kami dari Jkarta ini memesan beras hitam yang memiliki kandungan antosianin tinggi sesuai hasil uji lab UGM dibandingkan jenis beras yang lain. Continue reading

11 Alasan untuk Menyukai Brokoli

Diambil dari artikel kompas health

Penulis : Bramirus Mikail

Brokoli organik
Brokoli organik

KOMPAS.com – Brokoli  (Brassica oleracea L, kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.

Sebagian diantara kita mungkin belum banyak mengetahui manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari sayuran berwarna hijau ini. Dalam beberapa literatur disebutkan brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. [[Sayuran]] ini juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane).

Berikut ini adalah ragam manfaat dari [[brokoli]], yang berkontribusi besar bagi kesehatan:

1. Melawan kanker

Brokoli mengandung dua senyawa fitokemikal yang disebut indoles dan isothiocyanate. fitokemikal berfungsi meningkatkan aktivitas enzim yang berperan untuk menghancurkan agen karsinogenik. [[Brokoli]] mempunyai agen anti-kanker seperti glucoraphanin, beta-karoten, diindolylmethane, selenium dan nutrisi lain seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, kalium, seng dan asam amino tertentu dalam mencegah pertumbuhan sel kanker di payudara, rahim, kelenjar prostat, usus, ginjal, hati dan paru-paru.

2. Detoksifikasi

Brokoli turut berperan dalam membebaskan tubuh dari radikal bebas dan racun seperti asam urat. Hal ini pada gilirannya, melindungi tubuh dari toksin-seperti bisul, gatal, rematik, batu ginjal, ruam, asam urat dan eksim.

3. Mengatasi sembelit

Brokoli cukup efektif mengatasi kesulitan buang air besar karena kaya akan serat. Selain mengikat racun di usus, serat juga membantu penyerapan nutrisi dari makanan.

4. Meningkatkan kesehatan kulit

Brokoli adalah gudang vitamin. Vitamin C, beta-karoten dan vitamin B kompleks hadir di Brokoli, yang sangat diperlukan untuk membuat kulit lebih bercahaya. Bahkan vitamin E yang teradapat pada brokoli turut mempercepat perkembangan regenerasi jaringan kulit yang telah mati.

5. Sehatkan jantung

Kandungan serat dalam brokoli ditambah adanya asam lemak Omega-3, beta-karoten serta vitamin lainnya mempunyai andil dalam menurunkan kadar kolesterol jahat disamping juga mengatur tekanan darah. Hal ini tentunya sangat baik untuk memaksimalkan kerja fungsi jantung.

6. Perawatan mata

Zeaxanthin adalah bahan utama dalam brokoli yang bermanfaat bagi kesehatan mata. Nutrisi ini membantu dalam perbaikan kerusakan yang disebabkan karena radiasi UV serta mencegah gangguan kondisi mata seperti degenerasi makula dan katarak.

7. Meningkatkan imunitas

Brokoli mendorong peningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh dengan kehadiran vitamin c, beta-karoten, selenium, seng, fosfor dan tembaga.

8. Kesehatan tulang

Anak-anak, orang tua dan ibu hamil atau menyusui disarankan mengonsumsi cukup kalsium. Kekurangan kalsium yang dapat menyebabkan melemahnya tulang, gigi dan osteoporosis. [[Brokoli]] berkontribusi terhadap kesehatan tulang karena mengandung mineral seperti kalsium, fosfor magnesium, dan seng.

9, Mendukung kehamilan

Ibu hamil membutuhkan nutrisi penting untuk menjaga kesehatan pertumbuhan janin. [[Brokoli]] mengandung semua nutrisi penting yang dibutuhkan oleh seorang wanita hamil seperti antioksidan, kalsium, protein, vitamin, pendetoks, fosfor dan besi.

10. Menjaga kadar gula darah

Brokoli mengandung mineral yang disebut kromium yang membantu dalam berfungsinya hormon insulin. Ini merupakan salah satu cara mengatur kadar gula darah.

11. Mencegah anemia

Anemia disebabkan karena kekurangan zat besi. Brokoli merupakan sumber zat besi yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai obat yang efektif untuk anemia.

 

Bagaimana cara mengendalikan kepinding tanah

serangga terkena cendawan beauveria bassiana

Kepinding tanah biasanya dijumpai menggerombol pada akar padi sehingga mengakibatkan rusaknya akar padi, padi menjadi kerdil, sedikit anakan dan akhirnya kering. Untuk mengatasi hal tersebut maka ramuan pestidida alaminya sebagai berikut: Continue reading