Meningkatkan mutu jerami pakan ternak

ternak sapiJerami padi di negeri ini tersedia hampir di seluruh wilayah. Setiap musim panen padi tiba, jutaan ton jerami padi terhampar. Jika jumlah sawah di Kabupaten Sleman 42.600 hektar, maka tersedia sebanyak 42.600  ton jerami padi ( dengan perkiraan prodktivitas padi 5 ton per ha). Sebagian diambil petani untuk pakan sapi, sebagian dibiarkan di sawah untuk digunakan pupuk, sebagian besar dibakar. Perlakuan terhadap jerami padi tersebut masing-masing memiliki alasan yang dapat dibenarkan. Petani yang membawa jerami kerumah unutuk diberikan ternaknya, beraslasan bahwa jerami dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi. Petani yang membiarkan disawah, beralasan bahwa jika jerami dibiarkan di sawah dan dibenamkan dalam tanah, maka tanah setempat sudah mencukupi kebutuhan kalium untuk musim tanam berkutnya. Sedangkan yang membakar, alasnya adalah biar tidak mengganggu proses pembajakan sawah yang akan dilakukan, sekaligus membersihkan bibit penyakit dan hama padi. Semua benar. Namun, dari semua alasan yang ada, sebenarnya dapat disatukan, bahkan disempurnakan. Kuncinya adalah bagaimana memanfaatkan jerami sehingga sawahnya bebas hama dan penyakit setelah panen, cukup kalium dan ternaknya kenyang?

Sebelum membahas bagaimana memanfaatkan jerami, baiklah kita buka apa sebenarnya kandungan dalam jerami, agar kita lebih mengetahui lebih dalam. Jerami padi adalah pohon padi yang tua dan telah diambil buahnya. Jerami padi mengandung nutrisi yang dibutuhkan ternak maupun tanah, hanya jumlahnya sedikit. Inilah kandungan jerami kita :

Jenis Nutrisi / Gizi Jumlah (%)
Protein KasarLemak

BETN

Abu

Lignin

Serat Kasar

Silica

Ca

P

3,6

1,3

41,6

16,4

4,9

32

13,5

0,24

0,10

 

Dari data tersebut, jerami padi sudah dapat digunakan sebagai pupuk sawah dan juga dapat digunakan sebagai pakan ternak sapi. Namun jumlah Lignin dan silica yang cukup banyak menyebabkan gizi yang ada sulit untuk dicerna oleh perut sapi. Artinya jika diberikan sebagai pakan sapi, maka jerami padi hanya berfungsi sebagai ”ganjel perut” saja, biar tidak kelaparan. Jika diberikan pada terbak sapi betina yang sedang bunting atau menyusui, ternak tersebut akan mengalami kekurusan yang amat sangat. Jika jerami padi itu langsung diberikan sebagai pupuk di sawah, kandungan pupuknmya juga kurang baik. Maka salah satu alternatif untuk memnfaatkan jerami agar, bersih sawahnya, kenyang ternaknya dan sawahnya memperoleh pupuk hanyalah dengan cara membawa jerami keluar dari sawah, mengolahnya menjadi pakan ternak dan kotoran sapinya dikembalikan ke sawah. Betul ?

Mengolah Jerami

Agar jerami lebih bergizi, maka lignin dan silicanya harus di urai supaya gizinya dapat dicerna. Berbagai cara mengolah jerami agar menjadi lebig bergizi adalah sebagai berikut :

  1. Amoniasi Jerami

Prinsipnya jerami dilunakkan kemudian ditambahkan amoniak atau nitrogen kedalamnya, agar protein dan serat kasarnya dapat dicerna dan jumlah bakteri pencernaan dalam perut sapi bertambah jumlahnya sehingga lebih baik mencernanya. Manfaat amoniasi jerami adalah sebagai berikut :

    1. Menaikan 200-300 % kandungan protein kasarnya
    2. Meningkatkan daya cerna jerami sebesar 60-62%
    3. Menaikan konsumsi pakan sebesar 31-43 %

 

Cara mengolah :

Siapkan Peralatan : Ember air, Drum plastik atau plastik lembaran.

Siapkan bahan : Jerami 100 kg, urea 4-6 kg dan air 100 kg

  1. Masukan jerami kedalam drum plastik dan injak-injak sampai padat setinggi 20 cm
  2. Siram dengan air sampi basah
  3. Taburi urea hingga merata (urea dapat diganti dengan pupus gleresede atau daun komposan)
  4. Masukan lagi jerami, injak sampai padat setinggi 20 cm
  5. Siram dengan air sampai basah
  6. Taburi dengan urea/ potongan pupus gleresede/ potongan daun komposan hingga merata
  • Begitu seterusnya hingga drum penuh sesak.
  1. Tunggu hingga 2 minggu baru diberikan ternak setelah diangin-anginkan

Pemberian pada ternak

  1. Sapi dan kerbau  sebanyak 15 kg untuk bobot ternak ± 300 kg ditambah dengan konsentrat
  2. Untuk Domba sebyak 1 kg ditambah konsentrat

 

  1. Fermentasi Jerami

Prinsipnya jerami dibuat tape dengan menggunakan bakteri rumen agar jerami mudah dicerna dan meningkat proteinnya.

 

Cara mengolah :

Siapkan peralatan : Tempat di lantai tanah, ember air

Siapkan bahan : Jerami 500 kg,  Rami Plus/Starbio 1 kg

    1. Jerami ditumpuk dan dinjak sampai padat sampi ketinggian 20 cm
    2. Siram dengan air. Jika Rami Plus bentuknya pasta, campurkan dulu dengan air.
    3. Taburi dengan rami plus/starbio/ EM4/ Ragi tanah hingga merata (bila raginya dalam keadaan cair, maka bisa dengan cara disemprotkan setelah dicampur larutan gula dan air)
    4. Tutup dengan jerami lagi
    5. ulangi langkah 2 sampai jerami habis
    6. Tutup permukaan dengan jerami, jika ada tutup dengan plastic.
    7. Biarkan 2-3 minggu
    8. Berikan pada ternak domba, sapi atau kerbau. Sebelum diberikan angin-anginkan dulu selam 12 jam

 

 

  1. Silase Jerami Padi

Prinsipnya hampir sama dengan fermentasi jerami, namun silase ini adalah untuk jerami yang masih basah diolah agar terjadi fermentasi dengan bakteri asam laktat yang ada dalam alam.

Cara mengolah :

Siapkan alat : Drum plastik, atau plastik lembaran atau plastik kantong

Siapkan bahan : 100 kg jerami basah, 10 kg dedak atau 10 liter air tetes/air gula

  1. Masukkan jerami basah dalam drum sambil dipadatkan
  2. larutkan 2-5  liter tetes dalam  5 liter air
  3. Siramkan air gula atau tetes pada jerami hingga merata
  4. Jika menggunakan dedak, taburkan dedak merata di permukaan jerami (gunakan salah satu saja, dedak saja atau ntetes saja)
  5. Masukan lagi jerami sambil dipadatkan
  6. Ulangi langkah 3
  7. Biarkan 3 minggu
  8. Jika sudah 3 minggu, jerami dapat diberikan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan. Sebelum diberikan angin-anginkan dulu selam 12 jam

 

  1. Straw Mix

Prinsipnya adalah menyiapkan pakan dimasa musim sulit pakan hijauan. Jerami dicampur dengan tetes dan konsentrat agar memenuhi kebutuhan ternak sapi, kerbau atau domba.

Cara Mengolahnya :

Siapkan alat : Ember

Siapkan bahan : Jerami kering 6 kg,  Tetes tebu 2 kg, Konsentrat 2 kg

  1. Jerami dipotong kecil-kecil (5-8 cm)
  2. Campurkan jerami dengan tetes hingga merata
  3. Campukan dengan konsentrat hingga merata
  4. Berikan langsung kepada ternak ( untuk sapi bobot 400 kg, berikan sebanyak 10 kg) pada pagi dan sore hari.
  5. Jangan lupa berikan air minum sesuai kebutuhan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *